Seperti yang dilakukan oleh Kecamatan Sepaku berkolaborasi dengan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka dukung dan sukseskan pembangunan IKN Nusantara, di Aula Kantor Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Kamis (9/3/2023).
Pada giat ini pihaknya menghadirkan sekitar 150 peserta yang berasal dari Ketua-ketua RT, ketua dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa, lurah, pelajar, tokoh masyarakat, hingga karyawan perusahaan sekitar.
Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sepaku Supriyadi mengatakan edukasi yang dilakukan ini sebagai bagian dalam memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum. "Semoga akan memberikan pengetahuan terkait bahaya dan dampak narkoba bagi masyarakat dan kita semua," kata Supriyadi.
Ia mengatakan pemberian pengetahuan mengenai narkotika kepada seluruh lapisan masyarakat itu perlu dilakukan untuk menjauhkan dari seluruh hal terkait barang haram tersebut. "Kita mendukung hadirnya IKN. Siapapun dan elemen apapun memiliki kewajiban yang sama dalam memberantas narkoba," sebutnya.
Dirinya menyadari kelak akan datang ribuan bahkan ratusan ribu orang ke wilayah IKN untuk bermukim, tentu sebagai generasi muda harus memiliki pondasi yang kuat untuk melawan narkoba.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kaltim Risma Togi M Silalahi menyampaikan wilayah IKN sudah sepatutnya harus dijaga dari peredaran gelap narkotika. Tatkala banyaknya pendatang yang berpindah ke wilayah IKN tentu akan ada efek positif dan negatifnya. "Negatifnya harus kita hindari, salah satunya peredaran narkotika," ungkapnya.
Masyarakat kata dia, memang seharusnya memahami secara komprehensif dampak negatif hingga ancaman hukuman pidana hasil dari penggunaan narkotika.
"Mudahan kegiatan ini jangan berhenti di sini harus ada tindak lanjutnya. Kira harus ingatkan terus dampak akibat hukumannya apabila menggunakan narkoba. Kita harus menghindari narkoba. Mencegah lebih baik daripada mengobati," jelasnya.
Wakapolres PPU Bergas Hartoko menyampaikan peredaran narkotika di PPU khususnya di Kecamatan Sepaku hasil pengungkapannya itu meningkat daripada tahun sebelumnya. Adanya pergeseran pekerja dengan jumlah banyak yang ke luar masuk ini perlu menjadi perhatian. "Karena di sini bagi pelaku kejahatan narkotika merupakan tempat yang menjanjikan," ucap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNNK PPU ini.
Menurutnya, masyarakat harus mengetahui meluas agar bisa membentengi keluarga, dan lingkungan untuk melakukan pencegahan. "Tidak memberi ruang sedikitpun kepada narkotika," ungkapnya.
Bergas mengaku sebagai upaya pemberantasan narkotika memang harus bekerja secara kroyokan, baik dari aparat Polri, TNI, BNN, maupun Pemda. "Harus mau bekerja sama paling tidak mengajak masyarakat sebagai motor penggerak untuk kita perangi narkoba," tutup dia.
Siswa SMAN 1 PPU, Putra mengatakan, sosialisasi ini sangat memberikan manfaat, karena narasumber sangat berpengalaman. "Kita harus bersama-sama melawan narkoba. Kita sangat mendukung untuk pemberantasan narkoba," tegasnya
Begitupun, Warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Muh Abid menerangkan sosialisasi ini harus diambil sisi positifnya, karena Sepaku sebagai wilayah IKN begitu banyak peredaran narkoba yang terjadi. "Hari ini masyarakat jadi tau, agar bisa semakin menyebarluaskan agar narkoba di IKN jadi zero," tukasnya.
Editor: Rusdianto