Disdag Kota Samarinda, juga sudah melakukan pemantauan ke sejumlah pasar untuk memastikan ketersediaan minyak goreng.
Menurut salah seorang pedagang di pasar tradisional Kota Samarinda, Haidar (30) mengaku harga minyak goreng memang mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan.
“Sebelumnya harga minyak goreng dijual Rp 13.500 sampai Rp 14 ribu per liter, kalau sekarang sudah Rp 15 ribu per liter,” ucap Haidar.
Meski stok bisa dipastikan aman, Haidar mengaku memang ada keterlambatan pengiriman pada sepekan terakhir.
Kepala Disdag Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan, pihaknya sudah memastikan ketersediaan minyak goreng aman sampai beberapa bulan ke depan.
“Kami sudah pastikan minyak goreng ini aman. Kami akan jual lebih murah, Rp 12 ribu per liter, dan mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan karena sudah kami perhitungkan,” kata Marnabas.
Ia mengaku, bahwa Disdag Kota Samarinda sudah menyusun skema dalam pembagian minyak goreng melalui RT nantinya.
Mobil iflasi akan digunakan ke tiap-tiap RT. Tak hanya itu, Marnabas juga meminta pedagang untuk tidak menjual di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus minyak goreng tanpa kemasan.
“Tapi pendistribusiannya ini bukan untuk waktu dekat. Soalnya kami juga masih berfokus pada beras dulu ini yang akan dilaksanakan pekan depan,” paparnya.
Tapi, apabila terjadi kelangkaan minyak terjadi saat proses pendistribusian beras, maka pihaknya akan langsung membagikan minyak goreng ke tiap RT.
Bahkan, nantinya akan di sediakan tandon untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa minyak goreng tidak langka.
Editor: Rusdianto