Salah satu saksi, Sutrisno (43) mengatakan, saat itu dirinya sedang membuat adonan tahu, di rumahnya untuk dijual. Tiba-tiba ia melihat kepulan asap hitam tebal yang muncul dari bagian belakang rumah tetangganya.
Diketahui rumah beton tersebut dalam kondisi ditinggal oleh pemiliknya ke luar kota. "Kalau kepala rumah tangganya tugas di Balikpapan, istrinya di Ambon, sedangkan tiga anaknya ada, tetapi pas kejadian sedang kerja," ungkap Sutrisno.
Pascakejadian itu, ia pun bergegas menuju ke depan rumah dan memberitahu warga sekitar. "Kami mau masuk, tetapi pintu belakang dan jendela terkunci, terus ada teralisnya, sehingga mau tidak mau didobrak," ucapnya.
"Saat itu api sudah berkobar di bagian dinding dapur dan plafon. Sekitar 30 menitan kemudian ada ledakan satu kali. Sepertinya tabung gas," sambungnya.
Akhirnya pemadam kebakaran dari Posko 7 Disdamkar Kota Samarinda bersama relawan tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH mengatakan proses pemadaman kurang dari sejam. "Yang terbakar itu plafon dan bagian dapur, sama satu kamar di belakang," katanya.
Untuk kendala, akses masuk ke titik api yang sempit dan rumah terkunci. "Akses masuk sempit dan rumah sempat terkunci, untuk dugaanya korsleting listrik, tetapi pastinya masih penyelidikan," pungkasnya.
Editor: Rusdianto