Insiden itu diduga terjadi di lahan konsesi milik PT Energy Cahaya Industritama (ECI).
Dalam video terlihat juga dua unit eksavator berwarna oranye dan kuning tertimbun longsor sementara di sekitarnya ada beberapa dump truck (DT), serta tumpukan batu bara.
Untuk data laka kerja tersebut, dari informasi yang dihimpun korankaltim.com, operator yang meninggal dunia bernama Antonius Duli Werang berusia 38 tahun warga Jalan Nangka, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
Dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran, Kompol Try Satria Firdaus memberikan penjelasan.
"Kami dapat informasinya tadi sore dan anggota langsung menuju ke lokasi. Karena ini sudah malam, kami belum bisa menjelaskan terlalu detail, karena data-data masih dihimpun anggota di lapangan," kata Try Satria malam ini.
"Untuk data yang meninggal kami belum tahu, tetapi informasinya dibawa ke Rumah Sakit IA Moeis Samarinda Seberang. Kami akan kroscek kesana," ucap Try lagi.
Polisi belum mengetahui pasti dimana tepatnya insiden longsor terjadi. "Kalau lokasinya di daerah Bantuas, untuk memastikan besok anggota akan ke lokasi lagi," tutupnya.
Sementara Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi mengatakan mereka juga mendapatkan informasi adanya insiden yang menghilangkan nyawa tersebut dimana jenazah Antonius sudah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans perusahaan.
"Kami belum dapat informasi lengkapnya," singkat Riqi.
Editor: Aspian Nur
Klarifikasi:
Artikel ini telah disunting. Sebelumnya ditulis jika korban, Antonius Duli Werang (38) merupakan karyawan CV Putra Mandiri Bantuas. Namun berdasarkan klarifikasi dari pihak perusahaan, Antonius Duli Werang bukan karyawan mereka.