Sejak tahun 2021 lalu, Wali Kota Samarinda H Andi Harun mengusulkan pembangunan Terowongan Selili dari Jalan Sultan Alimuddin menembus Jalan Kakap.
Panjang jalur terowongan yang diperlukan sekitar 710 meter, yang pastinya memerlukan lahan yang tidak sedikit dan memerlukan anggaran sebesar Rp401 miliar.
"Kami tidak asal mengambil langkah untuk membuat mega proyek ini karena setelah dihitung-hitung dengan beberapa alternatif lain, ternyata pembangunan terowongan diyakini sebagai pembangunan infrastruktur yang paling irit," ujar Andi Harun kepada Korankaltim.com Selasa (10/1/2023) hari ini.
Beberapa alternatif dalam mengatasi kepadatan kendaraan di area tersebut sudah diusulkan, diantaranya pelebaran jalan yang menjadi dua kali lipat dari luasan jalan lalu lintas sekarang, tetapi setelah dihitung kembali justru membutuhkan anggaran sangat besar.
“Kami harus melakukan pembebasan terhadap sejumlah bangunan, serta laham dan kegiatan disana kalau jalan dilebarkan,” ungkap Andi Harun.
Ada juga rencana untuk membangun jalan layang, namun ketika setelah kaji oleh beberapa lembaga terkait, ternyata memerlukan pembangunan tiang pancang di tengah jalan dan ini pasti akan memakan sebagian jalan dan jalur lalu lintas disana semangkin sempit.
“Akhirnya muncullah alternatif pembangunan terowongan yang hanya membutuhkan biaya sekitar Rp450 miliar sampai Rp500 miliar, selain itu permasalahan sosialnya juga relatif kecil,” sebut Andi Harun.
Tahun ini pembangunan terowongan akan mulai masuk dalam tahapan pengerjaan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk segera melakukan pembangunan secara fisik.
Untuk proses pembangunan memang tidaklah mudah, Pemkot Samarinda harus membebaskan lahan masyarakat yang ada di Jalan Sultan Alimuddin serta Jalan Kakap untuk proses pengerjaannya.
“Kami perkirakan pengerjaan akan berjalan selama 18 bulan saja, Insya Allah rencananya pekan depan ada ground breaking, mohon doanya masyarakat Kota Samarinda,” pungkas Andi Harun.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur