"Nanti kami akan lihat dan koordinasikan dengan pihak KSOP Samarinda, apakah ada sanksinya, karena kalau mengacu pada UU pelayaran dan Peraturan Pemerintah (Permen) maupun turunannya di peraturan menteri, kesalahan akibat pandu itu hukumannya administrasi, itu bisa berupa pencabutan, teguran dan lain-lain," sambungnya.
Untuk penentuan adanya kelalain pasa petugas pandu tersebut berdasarkan hasil gelar perkara, baik dari keterangan saksi-saksi maupun bukti berupa video serta rekaman CCTV. "Ada SOP yang tidak dilakukan. Kan itu sudah ada SOP yang dibuat oleh operator pandu, tetapi petugas (pandu) tidak melakukannya," sebutnya.
Lanjut kata Perwira melati tiga itu, kesimpulannya jika dari petugas pandu ini ada mengalami keterlambatan dalam menghandle tongkang saat akan melintas di kolong Jembatan Mahakam.
"Berdasarkan Informasi BMKG yang kami mintai keterangan seperti cuaca, arus air biasa saja dan cuaca cerah. Sehingga untuk informasi adanya karena alam itu gugur, karena sebelumnya itu kan sudah ada yang melintas dan aman saja," ujar Ary.
Diberitakan sebelumnya, insiden Tongkang APOL 3017 ditarik Tugboat (TB) Anugerah 1, pada Jumat (23/12/2022) lalu sekitar pukul 07.25 WITA menghantam pilar Jembatan Mahakam.
Menurut General Manager (GM) PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Samarinda, Jusuf Junus saat dikonfirmasi sebelumnya, Rabu (28/12/2022) terkait dengan insiden itu mengatakan jika dari kepanduan hanya sebagai penerima advis dan supervisi pelayaran.
"Dalam hal ini mengikuti perjalanan kapal melewati area itu (pengolongan) dan pandu tidak punya hak untuk mengambil alih posisi nahkoda, dalam merubah posisi kapal, dan itu tanggung jawab nahkodanya. Dan bagaimana pandu ini juga harus menciptakan suatu pola, sehingga kapal bisa diatur aman," ujarnya.
Kalau dalam melewati kolong Jembatan Mahakam tersebut cukup kritis, dengan lebar sekitar 60-70 meter tersebut.
"Sementara ukuran tongkang cukup besar, inilah yang selama ini menjadi momok. Tetapi, kami tetap melakukan evaluasi, apa yang menjadi koreksinya," imbuhnya.
Untuk evaluasi yang dilakukan sendiri, dari pihaknya (Pelindo) yakni menambah personel pandu, yang awalnya hanya dua menjadi tiga orang.
"Termasuk kapal tunda yang awalnya dua menjadi tiga, juga pilot boatnya ditambah jadi dua. Yang nantinya tempat naiknya itu nanti disekitaran bigmall, ancang-ancangnya dari situ," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur