Herman, pemulung di TPA tersebut kepada Korankaltim.com menjelaskan, Wanita berusia 52 tahun itu datang ke TPA Bukit Pinang sekitar pukul 01.00 WITA dini hari untuk mencari barang-barang bekas, yang kemudian dijual kembali.
"Saya sempat ketemu dia baru, pas baru datang sekitar jam satu dan mencari barang bekas sama-sama, kemudian saya pindah lokasi tapi agak jauh, setelah itu, saat kembali ke lokasi awal dia sudah tidak ada lagi," ujar Herman. “Saya berpikir dia istirahat di pondokan di sekitar TPA, makanya saya tidak cari," sambungnya.
Sekitar pukul 07.00 WITA Herman selesai mengumpulkan barang-barang bekasnya yang akan dijual tapi saat hendak pulang ia juga tak melihat Hasanah. "Jadi saya langsung pulang, saat malam dapat kabar kalau jelang malam Hasanah belum juga pulang ke rumah, kata keluarganya dinyatakan hilang," ujar pria 35 tahun itu.
Pasca dinyatakan hilang pihak kepolisian dari Patroli Beat 110, Bhabinkamtibmas, Damkar, relawan dan rekan pemulung Hasanah ikut mencari namun tak kunjung ditemukan, hanya tongkat milik Hasanah yang biasa digunakan untuk mencari barang bekas yang ada.
Anak pertama almarhumah Ahmadi secara teprisah menjelaskan kalau ibunya memang kesehariannya itu memulung dan dijemput pukul 18.00 WITA. "Saat mau saya jemput, tidak ada, sudah dicari kemana-kemana tidak ketemu, terus minta tolong damkar dan relawan untuk bantu mencari," ujar Ahmadi.
Saat dilakukan pencarian pada pagi harinya bersama dengan relawan, kepolisian dan Damkar, Hasanah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, disemak-semak dengan mulut tersumpal jilban dan pakaian tersingkap.
Jasad wanita itu pun langsung dievakuasi oleh Relawan Inafis Polresta Samarinda dan PMI ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS).
Sementara Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan jika pihaknya belum mendapatkan laporan dari kapolsek. "Saya belum dapat laporan nanti ya," singkatnya.
Sementara Kapolsek Samarinda Ulu Kompol H Kustiana mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait penyebab kematian korban. "Ini masih kami lidik ya," sebutnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur