Ketua RT 22 Kelurahan Temindung Permai Bahri mengatakan, jembatan baru berkonstruksi besi walau pun sudah bisa diakses pejalan kaki dan kendaraan roda dua atau motor namun hal itu sudah membuat masyarakat senang.
"Kami sangat senang sekali dengan adanya jembatan sekarang, aksesnya (warga) dekat dengan pasar," ujar Bahri kepada Korankaltim.com Kamis (29/12/2022) hari ini.
Bahri mengungkapkan, sebelum adanya akses jembatan masyarakat Gang Nibung bisa dikatakan terisolasi sekitar 5 bulan lamanya. "Kalau ma uke Pasar Segiri harus muter atau naik perahu tambangan," sebut Bahri lagi.
Jembatan tersebut tentu memudahkan aktivitas warga yang sebagian besar dari mereka adalah pedagang di pasar tradisional terbesar di Kota Tepian.
"Sebagian besar masyarakat disini banyak yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Segiri, yaa dengan adanya jembatan kita merasa dimudahkan apalagi aksesnya langsung ke belakang Pasar Segiri," paparnya.
Kalau diperhatikan sekarang kondisi jembatan belum selesai seratus persen, masih ada beberapa komponen yang seharusnya bisa dengan cepat dilengkapi seperti lampu penerangan dan sebagian pagar pembatas yang masih kurang, hal ini tentu dapat membahayakan masyarakat yang melintas.
"Sebagian masyarakat ada yang memberikan masukan kepada saya, untuk pagar-pagar yang di tiap tikungan itu kan belum nyambung. Kami berharap agar bisa diselesaikan oleh kontraktor, sehingga tidak terjadi masalah dikemudian hari," pungkas Bahri.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur