Untuk diketahui, dari total sekitar 6 kapal yang beroperasi, belum semua yang menggunakan E-Ticketing.
Manalu menyampaikan, sebagian pengelola kapal wisata merasa keberatan dengan penerapan aplikasi Easybook yang menarik biaya tambahan sekitar Rp5000.
Menurutnya, biaya Rp 5000 itu sudah termasuk biaya aplikasi Easybook, promosi wisata mereka, terkait E-manives serta E-Ticketing, dan fasilitas boarding pass berbasis aplikasi yang mengarah pada pengurangan penggunaan kertas alias paper less.
"Dan ini akan menghemat biaya, mungkin sekarang ada 6 loket kedepannya bisa menjadi 1 loket saja," katanya Manalu, Selasa (8/11/2022).
Ia menjelaskan, pengelola kapal keberatan karena sebelum itu ada biaya sekitar Rp2000 dan ketika diterapkan Easybook ada tambahan lagi sekitar Rp5000.
"Memang kemarin itu tambahan biaya Rp2000 masuk dalam retribusi PAD (Pendapat Asli Daerah)Kota Samarinda, untuk biaya Rp5000 kami sudah mengarahkan, pihak pengelola kapal untuk melakukan negosiasi kepada penyedia aplikasi," bebernya.
Tapi, menurut Manalu, para pengelola kapal merasa pengelolaan dari aplikasi Easybook hanya untuk kebutuhan retribusi saja. Padahal sama halnya seperti aplikasi jasa lainnya, Traveloka misalnya, dana yang masuk ke dalam aplikasi tentu akan masuk ke maskapai penerbangannya, dan itu tidak akan memakan waktu lama sebab semua diatur secara otomatis.
"Mereka (pemilik kapal wisata) maunya keuangan tetap dikelola oleh mereka, padahal uang itu tetap akan diserahkan kepada mereka pada hari yang sama jadi tidak akan ada kendala, dan aplikasi ini juga sudah berjalan di kapal jurusan Samarinda Pare-pare," terangnya.
Penerapan aturan ini, kata Manalu didasarkan pada Undang-undang 17 tahun 2008 tentang kewajiban dari pemilik kapal dalam manifes penumpangnya.
"Kami berharap, penerapan E-Ticketing ini tentu demi kemashlahatan masyarakat dalam aspek pelayaran, dan juga berdampak kepada wisata Kota Samarinda yang seharusnya ada di tata perihal aspek keamanan wisatanya. Sehingga para pengunjung merasa nyaman saat berwisata di Kota Tepian," pungkasnya.
Penulis: Rahmat Surya
Editor : Rusdi