Jalur Arah Samarinda Seberang-Palaran Terancam Putus, Patahan Selebar 30-50 Sentimeter, Pengerjaan Masih Dalam Tahap Perencanaan
1 menit baca1.047 kali dibaca

1 menit baca1.047 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Sejak pertengahan Oktober bulan lalu, jalur dari arah Samarinda ke Palaran tepatnya di Jalan Pattimura RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang mengalami keretakan dan dari pantauan Korankaltim.com di lokasi Rabu (2/11/2022) sore tadi kondisinya semakin parah, tak lagi retak tetapi patahan membuat jalur jalan tersebut amblas dan terjadi kemiringan.
Patahan selebar kurang lebih 30-50 sentimeter terlihat, meski begitu jalur tersebut masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, sementara untuk jalur arah Palaran-Samarinda Seberang digunakan dua jalur bagi kendaraan roda empat maupun truk-truk besar.
Kepala UPTD Wilayah II PUPR dan Perumahan Rakyat Kaltim Joniansyah saat dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan kalau mereka sudah melakukan tinjauan beberapa kali ke lokasi jalan amblas tersebut.
"Memang masih ada penurunan dan itu sudah ada sondir (survei perencanaan) tapi pihak Bina Marga yang melakukan, bukan UPTD lagi, karena ini kan besar," kata Joniansyah.
"Kemungkinan tahun depan mulai dikerjakan, ini kan tinggal dua bulan lagi, jadi masih perencanaan dulu," sambungnya.
Untuk usulan dari UPTD yakni dengan sheet pile (tiang pancang), tetapi itu dilihat dari hasil sondir dulu, apakah nantinya dalam atau dangkal.
"Mungkin kami akan usulkan sheet pile yang diatasnya kami cor seperti jembatan, atau dinding penahan tanah. Tetapi, yang jelas, kami harus lihat dulu hasilnya dalam atau tidak dan dari bina marga juga sudah turun, jadi bisa koordinasi dengan Bina Marga," bebernya.
Disinggung soal, jalan yang masih dilalui oleh kendaraan berat, pihaknya menyebutkan jika untuk jalur arah Palaran-Samarinda Seberang masih bisa dimanfaatkan menjadi dua jalur, sedangkan yang bermasah sudah ditutup.
"Jalur sebelahnya ya masih memungkinkan dilalui, tetapi harus menjadi perhatian khusus juga, karena kemungkinan bisa merembet juga, kan disitu jalurnya air. Yang penting disitu dipasang rambu-rambu," tutup Joniansyah.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 26 km barat laut Gorontalo Utara
01 Okt 2026, 18:51:40 WIB • Kedalaman 47 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG