Hal itu terungkap setelah ditemukannya jeriken dan selang di dalam mobil yang terbakar tersebut yang disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto saat ditemui di lokasi beberapa saat setelah kejadian .
"Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) bersama Inafis dan menemukan barang bukti yang terindikasi menjadi penyebab mobil terbakar, antara lain tiga buah jeriken berisi BBM jenis Pertalite, selang, alkon (alat penyedot), serta handphone dan lainnya. Yang kami amankan ini diduga peralatan untuk menyalin BBM nantinya," ujar Noor Dhianto kepada Korankaltim.com.
Dalam kejadian tersebut Firman mengalami luka bakar di tangan sebelah kanan dan langsung dibawa ke rumah sakit. "Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan satu rekan pengemudi yang diteleponnya setelah kejadian,," sebut Noor Dhianto lagi.
Perwira polisi tiga balok tersebut menyebut jika dari keterangan awal di TKP, posisi mobil saat itu tengah mengantre dan belum melakukan pengisian.
"Posisinya masih mengantre, belum mengisi, jadi dugaan sementara pengetap BBM jenis Pertalite, kalau dilihat ya ini modus baru, biasanya pakai pikap atau motor yang modifikasi, ini menggunakan mobil mewah membawa jeriken. Yang jelas ini menjadi catatan untuk kami ya," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan dari pantauan di lapangan sekitar pukul 21.03 WITA, polisi melakukan penyitaan terkait dengan barang bukti berupa satu satu mesin pom mini dan empat jiriken dari sebuah toko kelontong dimana diduga Firman melakukan pengetapan BBM jenis Pertalite di SPBU untuk kemudian diisi ke pom mini di warung kelontong milik Firman tersebut.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur