Saat itu keempatnya berenang di bantaran kawasan sungai yang masih dalam proses pengerukan dan pelebaran sungai. Tetapi, tiba-tiba korban Agil terbawa arus dan sempat ditarik oleh rekannya, tetapi tak bisa hingga akhirnya menghilang.
Pantauan Korankaltim.com di lokasi kejadian malam tadi, tim Basarnas menurunkan dua penyelam untuk mencari ke sungai sekitar pukul 20.12 WITA.
Di dekat lokasi pencarian terlihat keluarga Adly melakukan ritual seperti melemparkan bantal yang biasa dipakainya untuk tidur ke sungai, juga melemparkan beras dan air ke dalam sungai, dengan harapan bocah tersebut segera ditemukan.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan dari unsur TNI/Polri, warga serta relawan, melakukan upaya pencarian korban. "Sebelum kami tiba, warga bersama Kodim sudah melakukan penyisiran dan penyelaman secara manual," ujar Riqi disela pencarian.
"Jam delapan malam kami melakukan penyelaman selama satu jam menggunakan tabung selam atau scuba diving, dibantu beberapa mahasiswa pencita alam," jelasnya.
Pencarian dilakukan dengan radius kurang lebih 100 meter dari Adly terakhir terlihat. "Untuk kedalaman sungai dari 2-4 meter, dari pinggir 2 meter dan ketengah 4 meter," sebutnya.
Kendala saat pencarian ini adalah kondisi dalam sungai bekas kerukan serta visibility atau pandangan nol meter. "Termasuk arus sungai yang cukup deras, yang mana sebagian ke arah tengah," ujar Riqi.
Untuk pencarian pagi tadi Basarnas masih melihat kondisi sungai terlebih dahulu. “Karena arus cukup deras, takutnya terbawa arus, dari situ kami Analisa apakah dilakukan penyelaman atau penyisiran," pungkas Riqi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur