Ketua PW ISNU Kaltim, Susilo Makruf mengatakan, agenda Muskerwil kali ini adalah kegiatan rutin yang wajib dilakukan dalam kepengurusan organisasi. Di sini akan membahas program kerja organisasi, mengevaluasi program yang telah ada dan proyeksi ke depan.
Tak selesai di situ, pembahasan IKN pun menjadi sentral diskusi yang menjadi tema besar pada Muskerwil kali ini. Di mana, ISNU sebagai badan otonom (Banom) dari Nahdlatul Ulama (NU) dapat memberikan kontribusi untuk memperkuat Kaltim sebagai penyangga IKN. "Untuk membangun Kaltim sangat diperlukan sinergitas semua kalangan," ucap Susilo.
ISNU kata dia, merupakan Banom yang bergerak pada jalur sutera. Artinya, yang memberikan hikmah pemikiran kepada masyarakat. Buah pikiran inilah yang akan terus ditajamkan setiap saat dengan berprinsip pada arus Islam Rahmatan Lil Alamin."Kita jalani sehingga nanti pada saat perannya ISNU dengan IKN pemikiran itu ada," ucap dia.
Susilo menyampaikan, terdapat tiga kata kunci yakni Quality (kualitas), Identity (identitas), dan Dream (impian). Ketiga poin inilah yang menjadi rujukan pada tubuh ISNU untuk memberikan kontribusi riil pada pembangunan daerah dan IKN.
Terkait Quality sejatinya tidak ada masalah dalam ISNU, tentu merupakan sumber daya dari perguruan tinggi, dan rata-rata merupakan akademisi, guru besar yang telah berpengalaman. "Jadi kalau berikan konsep dasar ya, quality-nya sudah oke," tuturnya.
Kemudian identity, mengenai identitas dari ISNU ini pun jelas yang berasal dari wadah yang sama yakni di bawah Banom PW NU. Tinggal dream yang pada Muskerwil ini akan dikupas tuntas untuk membuat cita-cita besar yang harus digapai secara bersama.
"Harapannya kita dapat membuat buah pikiran yang belum pernah dibuat oleh Banom lain. Saya percaya anggota ISNU ini yang duduk di manapun dengan pemikirannya otomatis akan mewarnai. Sehingga harapan saya dimaksimalkan berperan di pemikiran guna menjadi sumber pemikiran di Kaltim pada segala bidang," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU Ali Masykur Musa menambahkan, dalam menjalan dan menggagas program yang diperlukan adalah konsistensi. "Tidak perlu banyak program, yang penting konsisten," tegasnya.
Muskerwil turut dihadiri oleh Pengurus NU Kaltim, IKA PMII kaltim, Rektor UINSI Samarinda serta undangan lainnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Maruly Zainuddin