Hujan dengan intensitas tinggi tersebut terjadi bertepatan dengan waktu pulang karyawan dan pekerja serta pelajar sekolah, membuat kemacetan juga tak terhindarkan karena pengendara roda dua maupun roda empa harus berjalan pelan bahkan sebagian besar motor mogok.
Di Jalan Ir H Juanda, air menggenang sepanjang kawasan tersebut dengan banjir terparah ada di flyover atau jembatan layang.
Banyak kendaraan terjebak karena ta mengira air dengan cepat naik.
Banjir di Juanda berimbas pada kemacetan di kawasan sekitarnya, baik di Jalan Pangeran Antasari, Jalan MT Haryono dan Jalan Pangeran Suryanata. Dikawasan ini air masuk hingga ke rumah warga sementara para pelajar dan pekerja tak bisa pulang karena khawatir dengan ketinggian air serta derasnya arus yang akan dilewati.
Di Jalan Dr Soetomo, jalanan yang mengarah ke simpang empat Lembuswana ditutup sementara karena tingginya air.
Dari pantauan Korankaltim com, hampir semua daerah langganan banjir tabluput diterjang banjir, seperti Jalan DI Pandjaitan, Mugirejo, Jalan Kemakmuran, Jalan Lambung Mangkurat dan masih banyak lagi kawasan yang terendam banjir.
Banyak warga yang tak bisa pulang dan harus menunggu di pinggir jalan sampai air surut selama hampir empat jam lebih .
Banjir yang terjadi hari ini hanya berselang sepekan setelah tanggal 14 September lalu banjir juga mengepung Kota Samarinda.
Editor: Aspian Nur