"Ya, pemilihan kata itu harus benar, apalagi ini disampaikan di ruang publik, kalau seperti itu berpotensi membuat perpecahan," kata Dendi disela-sela simulasi penanganan bencana alam di Makorem 091/ASN, Selasa (13/9/2022) hari ini.
Masyarakat termasuk prajurit TNI diminta jangan terpengaruh dengan narasi yang beredar tentang TNI.
"Jangan sampai terpengaruh, dengan yang beredar, TNI harus kompak," tegasnya.
Hal senada diungkapkan Kapok Sahli Pangdam VI/Mlw, Brigadir Jenderal TNI RP Invancius Pr Siagian yang menyebutkan jika TNI ini bukan organisasi yang baru berumur 1 atau 2 tahun, sehingga perlu memang untuk mengenal dan memahami TNI.
"Ya, tidak perlulah memperdebatkan hal ini, bisa dilihat TNI mampu menjalankan tugasnya dengan baik, contoh nyatanya saja dalam menghadapi pandemi Covid-19 bangsa ini selamat karena kontribusi TNI, panglima tiap dua hari video conferensi kepada dandim dan jajaran di bawahnya, untuk mencapai 70% capaian vaksin untuk membentuk Herd Immunity, ini hanya bisa dilakukan organisasi yang luar biasa," bebernya.
Selain itu pun, TNI perlu ide-ide kreasi supaya masyarakat ini mau menerima vaksin, mulai memcari dana dengan memberikan door prize menarik.
"Ini hal yang luar biasa dan saya terharu jajaran TNI terlihat sangat solid, tetapi tanpa alasan tidak jelas sebaliknya mendeskeiditkan TNI. Untuk itu perlu untuk memahami TNI seperti apa," pungkas Siagian.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur