Kemudian, dari informasi tersebut, lima posko pemadam kebakaran terdekat dari titik api pun diturunkan yakni posko 1,23,4 dan 7 dengan total menurunkan 10 mobil tangki dibantu satuan relawan Samarinda.
"Iya, lokasi yang terbakar itu padat pemukiman, warga dan api baru bisa kami kuasai kurang lebih 1,5 jam kemudian," tuturnya.
Terkait kendala yang dihadapi, ia menyebutkan akses jalan yang sempit, sehingga mobil tidak bisa masuk ke lokasi mendekati titik api, sehingga hanya mengandalkan selang masuk ke dalam gang.
"Selain itu juga, minim air serta banyaknya warga yang menonton, sehingga petugas cukup kesulitan untuk leluasa bekerja. Rata-rata bangunan yang bermaterial dari kayu menyebabkan api dengan cepat menyebar," sambungnya.
Terkait dengan asal api, Teguh mengatakan informasi diduga berasal dari bangsalan di gang 17, yang kemudian merembet ke rumah di gang 19. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Kalau asal api informasinya dari gang 17, di salah satu bangsalan, untuk jumlah bangunan yang terbakar dari data sementara ada 22 bangunan yang terdiri dari 15 rumah tunggal dan 7 bangsal 24 pintu, dengan jumlah jiwa 108 jiwa dari 27 kepala kelurga (KK)," ungkapnya.
Teguh juga membeberkan, jika dalam musibah tersebut terdapat korban luka yakni lima orang dari relawan dan warga.
"Ada korban yang luka lima orang, tiga dari warga dan dua dari relawan, itu ada (warga) yang terkena beling, sedangkan relawan mengalami sesak nafas," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Maruly Zainuddin