Vaksin yang digunakan nanti merupakan vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memperhatikan ketersediaan vaksin yang ada.
Kemudian, diberikan dengan interval enam bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama. "Segera vaksin yang ada didistribusikan untuk digunakan para nakes," kata Jaya.
Dirinya menyebut saat ini masih terdapat stok vaksin yang siap diberikan kepada nakes di kabupaten/kota. Karenanya, masing-masing daerah yang masih kekurangan vaksin sebaiknya segera meminta dengan bersurat kepada pihaknya. "Kita nanti akan kirim sesuai permintaan dari setiap daerah," ucapnya.
Jaya menyampaikan dari target 28.218 nakes, saat ini sejatinya vaksinasi baik dosis pertama hingga ketiga telah melampaui dari target. Secara terperinci kini telah ada 39.276 nakes vaksin dosis 1 atau sebesar 139,19 persen, kemudian, vaksin dosis kedua sejumlah 38.701 atau 137,15 persen, dan terakhir sebanyak 36.411 vaksin dosis 3 atau 129,03 persen. "Kita sudah melebihi target sebenarnya," akunya.
Nantinya untuk dosis keempat, dikatakan Jaya bahwa diharapkan dapat mencapai target seperti sebelumnya. "Minimal sama, karena yang sering menyebabkan turun itu karena targetnya nambah," timpalnya.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Maruly Zainuddin