Secara khusus di wilayah Kalimantan Timur terutama Kota Samarinda juga disertai oleh belokan angin dan kovergensi atau pertemuan angin yang mendukung pembentukan awan hujan. Karena itulahdalam lima hari terakhir awan mendung terus menggelayuti Kota Tepian. "Adanya pumpunan massa udara diatas wilayah Samarinda sehingga memicu terbentuknya awan-awan konventif yang dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat," jelasnya.
Beberapa hari kedepan Samarinda masih berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat. "Berdasarkan update kami pada 31 juli lalu masih ada potensi hujan lebat," ujar Yoga lagi.
Pemerintah Kota Samarinda sudah melakukan antisipasi terkait hal ini. Pejabat Fungsional Analis Kebencanaan Ahli Muda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Hamzah Umar mengatakan, mereka sudah menginventarisir beberapa kawasan yang memiliki kerawanan potensi terjadinya bencana alam baik itu banjir maupun tanah longsor.
"Tentunya mitigasi yang kami lakukan akan kami sesuaikan dengan kerawanan yang ada pada suatu kawasan, sehingga upaya antisipasi sesuai sasaran," kata Hamzah.
Untuk wilayah yang berpotensi mengalami banjir karena hujan, pihaknya bersama Kelurahan dan RT setempat tak bosan-bosan untuk melakukan normalisasi drainase lingkungan, sementara pada kawasan rawan longsor pihaknya selalu melakukan sosialisasi mengenai kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang terjadi.
BPBD Samarinda juga memiliki tim yang siap turun dikala Samarinda diguyur hujan lebat setidaknya pengukuran Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Benanga juga rutin dilakukan.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur