Untuk diketahui pada akhir pekan lalu, PUPR Samarinda dengan menggandeng pihak ketiga mulai melakukan identifikasi penyebab menggunakan metode geolistrik yang di mana merupakan salah satu metode geofisika yang bertujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah.
"Kami sudah lakukan langkah awal menggunakan alat geolistrik untuk mengetahui bagaimana keadaan di bawah tanah," ungkapnya.
Sementara itu, usai penanganan awal yang dilakukan pihaknya masih harus menunggu hasil dari pengamatan kondisi tanah melalui metode geolistrik tersebut, sehingga sampai saat ini masih belum ada keputusan mengenai penanganan lanjutan yang akan dikerjakan oleh pihaknya. "Kami masih menunggu hasil dari tes tanah itu," sebutnya
Kendati demikian, Budi membeberkan kemungkinan yang akan dilakukan dalam rangka penanganan longsor tersebut dengan menggunakan metode pile slab atau struktur fondasi yang ditumpu oleh sistem kelompok tiang pancang dan diikat oleh pile cap yang digunakan untuk menahan dan meneruskan beban dari struktur atas ke dalam tanah yang mempunyai daya dukung untuk menahannya, dengan menggunakan bor pile atau teknik membangun pondasi yang memanfaatkan bantuan mesin bor di area trotoar. "Semoga penanganannya dapat kita lakukan pada APBDP," bebernya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah