Kamis (30/6/2022) siang tadi, Kantor Bahasa Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah bersama Pemerintah Daerah dan Komisi X DPR RI yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda.
Kepala Kantor Bahasa Kalimantan Timur Halimi Hadibrata menerangkan, Kalimantan Timur merupakan daerah yang kaya akan Bahasa karena ada 16 bahasa daerah dan harus dilestarikan karena tiga diantaranya terancam punah dan harus direvitalisasi yaitu Bahasa Kenyah, Bahasa Kutai dan Bahasa Paser.
"Target revitalisasi bahasa daerah yaitu akan melibatkan 277 orang dan ini akan melaksanakan kegiatan pelatihan bahasa daerah di masing-masing daerah," kata Halimi Hadibrata kepada Korankaltim.com disela kegiatan siang tadi.
Sasaran utama kegiatan ini ialah generasi muda dengan target pengembangannya pelajar SD dan SMP. Halimi berharap kegiatan ini bisa menghidupkan kembali bahasa yang terancam punah atau bahasa daerah yang sudah tidak digunakan oleh generasi muda.
"Karena sasaran kegiatan ini adalah generasi muda supaya cakap, bisa berbicara bahasa daerah dan juga menguasai sastra dan seni budaya daerah. Sehingga generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya. Itu harapan kami," sebut Halimi.
Disisi lain, dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, harapannya bahasa daerah tidak tergerus namun bisa terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya.
"Utamakan bahasa indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing itu diharapkan benar-benar akan berjalan dan generasi muda kita bisa menguasai itu semua," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian turut mengapresiasi kegiatan itu.
Menurutnya menjaga eksistensi bahasa daerah merupakan kewajiban bagi setiap individu. Karena sebanyak 718 bahasa daerah di Indonesia, 6 diantaranya telah terkikis dan 11 lainnya sudah punah. Yang mana bahasa daerah Kalimantan Timur pun ikut terancam punah.
"Salah satu terancam punah adalah bahasa-bahasa di Kaltim. Oleh sebab itu kita lestarikan bersama, dan kemunduran ini diakibatkan karena jumlah penduduk kultur yang semakin sedikit dan sebarannya tidak merata," kata Hetifah secara virtual.
"Pendidikan yang sangat penting untuk mengenalkan bahasa. Melalui pemahaman bahasa, generasi bangsa bisa memahami keilmuan yang lainnya dan meningkatkan literasi," pungkasnya. (*/kk)
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur