Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Bumi Etam ini justru mengalami perlambatan, bahkan inflasi mulai terjadi.
"Pemprov semestinya lakukan monitoring secara berjangka," kata Tio, sapaan akrabnya, kepada Korankaltim.com, Kamis (30/6/2022) hari ini.
Selama ini seolah hanya DPRD yang konsisten melakukan monitoring untuk mengetahui progres serta pertumbuhan bisnis dari setiap Perusda.
"Melalui Perusda ini cukup tinggi potensi untuk tingkatkan pendapatan. Pernah enggak sih pemerintah ini lakukan minitoring, minimal rapat untuk menanyakan progres terkait kinerja. Padahal ada potensi bisnis yang bisa dimaksimalkan," tukas Tio.
Sementara Penjabat Sekretaris Daerah Kaltim Riza Indra Riadi mengatakan, monitoring dari kinerja yang dilakukan oleh Perusda itu rutin dilakukan.
"Rapat-rapat sering kita laksanakan untuk peningkatan PAD. Justru Perusda dibentuk untuk meningkatkan pendapatan," jelas Indra.
Pemprov Kalimantan Timur harus terus berusaha meningkatkan PAD dibawah koordinasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dimana semua sektor dipacu untuk menghasilkan pendapatan.
"Provinsi ini harus terus berupaya untuk itu, fasilitasnya maupun kreasi-kreasi yang dicari pemprov untuk menambah PAD," pungkas Tio.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur