"Kami menjamin hewan kurban yang dibeli masyarakat itu sehat ," tegas Dyah.
Instansi yang dipimpinnya sudah memastikan hewan ternak yang diambil dari luar Benua Etam sudah dilakukan pemeriksaan dan karantina pertanian baik saat memasuki kawasan tujuan maupun dari daerah asal hewan ternak itu.
Dinas Peternakan juga sudah membentuk tim baik di provinsi dan kabupaten juga kota untuk melakukan pengawasan hewan kurban, begitu pula di tempat penampungan hewan ternak diperiksa dokter hewan dan para medis di provinsi ataupun kabupaten juga kota.
"Kalau sudah diperiksa nanti akan diberikan surat kesehatan hewan oleh dokter hewan di daerah yang menyatakan ternak ini sehat dan layak kurban," sebut Dyah.
Pedagang hewan diimbau untuk memastikan lokasi jualannya memiliki izin dari kelurahan setempat untuk mempermudah pendataan dan penanganan hewan ternak yang tersedia. Wabah PMK menurutnya tidak menular kepada manusia namun pedagang terus dihimbau untuk menjaga kebersihan kandang dan menjual hewan sehat.
Sementara Misno, pemilik kandang sapi Restu Ibu di Jalan AW Syahranie Samarinda menegaskan seluruh hewan ternak yang dimilikinya telah dijamin kesehatannya. Kandang sapi miliknya pun rapi dan hewan ternaknya dalam keadaan bersih.
“Sapi punya saya ini mandi sehari dua kali jam tujuh pagi dan jam lima sore. Badan sama kakinya bersih semua," papar Misno.
Misno juga memberikan makanan yang baik dan vitamin karena baginya pengelolaan pemilik kandang sangat menentukan kesehatan dari hewan yang dipeliharanya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur