Asli membeberkan hasil pertemuannya dengan pihak terkait berbuah baik. Permalasahan tersebut telah diselesaikan. Dalam hal ini Asli bertindak tak ingin menghakimi satu sama lain. Namun lebih mencari duduk perkara dan membuat keputusan penyelesaian.
Yang terpenting, hak peserta didik di sekolah harus dipegang teguh oleh semua pihak dan diharapkan proses pembelajaran anak bisa berjalan baik pasca kejadian tersebut tanpa gangguan.
"Saya bilang hak pendidikan di sekolah harus dijaga, ternyata itu sudah clear. Kalaupun ada guru yang emosional itu dia sudah minta maaf. Saya atas nama kepala dinas dan guru meminta maaf apabila terdapat kekeliruan namun pada prinsipnya itu sudah selesai. Kalau saling membela diri kan si A membela dan si B juga membela. Terpenting adalah terselesaikan secara kekeluargaan. Kemudian anak itu jangan sampai terganggu suasa proses pembelajarannya," terangnya.
Asli mengimbau kepada guru agar hal ini tidak terjadi kembali di sekolah manapun. Tenaga pendidik harus bijaksana dan profesional dalam menghadapi hambatan-hambatan yang terjadi.
"Bagi kita sebagi pendidik harus bijaksana. Artinya kalau ada permasalahan seharusnya emosional tidak harus sampai keluar karena kita sebagai pendidik. Kita juga kan manusia siapa tau ada problem lain. Tapi gurunya sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya," ujarnya.
Menindaklanjuti hal demikian Asli berniat untuk menyambangi wali murid dan murid tersebut sebagai bentuk pembinaan dan tanggung jawab kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjamin kesejahteraan belajar siswa.
"Nanti saya ketemu dengan perwakilan orang tuanya, kalau perlu kita yang ngurusin karena yatim piatu," ucapnya.
Asli berpesan untuk saling menjaga kesadaran dan komunikasi antara sekolah dengan wali murid. Baginya hal ini kejadian terakhir dan tidak boleh ada lagi kejadian serupa.
"Yang penting ada kesadaran masing-masing. Sebenarnya itu masalah komunikasi saja. Tidak bisa memungkiri terdapat anak-anak yang tidak memiliki fasilitas mumpuni dan itu tugas pihak sekolah untuk memfasilitasinya" pungkasnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah