"Minggu kemarin kami sudah turun ke lapangan untuk mengetahui titik-titik rencana pembangunan sehingga kita dapat mengidentifikasi nantinya," ucap Harry, Minggu (15/5/2022).
Harry menyebutkan pihaknya sedang menyiapkan Dokumen Perencanaan Pembebasan Tanah (DPPT) agar selanjutnya dapat berproses ke tahap yang telah ditentukan. Ia membeberkan pekan ini akan berdiskusi dengan stakeholder yang berkenaan langsung dengan masyarakat.
"Jadi rencananya kami diskusi pra kegiatan dulu dengan Lurah, Camat, Babinsa serta Babhinkamtibmas," jelasnya.
Sedangkan, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Samarinda, Budi Santoso mengungkapkan pihaknya yang akan menyelenggarakan kegiatan pembangunan fisik, kendati demikian ia sementara waktu ini belum dapat menyentuh kegiatan fisik lantaran menunggu pembebasan lahan terlebih dahulu, maka dari itu proses persiapan kegiatan fisik telah dimulai. "Kami baru melaksanakan Menajemen Konstruksi (MK) lebih dulu," jelasnya.
Untuk diketahui dalam pengerjaan MK, PUPR Samarinda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Selain itu proyek pembangunan terowongan merupakan salah satu kegiatan dengan skema anggaran tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) dengan jangka waktu pengerjaan selama tiga tahun.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah