Malam Takbiran, BNNK Tetap Buru Pengedar
1 menit baca1.210 kali dibaca
SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda, terus konsisten melakukan pemberatasan narkoba di Kota Tepian. Pada Kamis (31/8), sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, sejumlah tempat yang diduga rawan peredaran narkoba, didatangi oleh aparat BNNK. Namun, pada operasi kali ini, BNNK Samarinda menggandeng Unit Paminal Polresta Samarinda.
Kabid Pemberantasan BNNK Samarinda, Kompol Risnoto, menjelaskan, pelibatan Paminal, guna mengantisipasi jika dalam pengungkapan kasus narkoba, ada keterlibatan aparat kepolisian. “Ya, itu antisipasi kalau misalnya ada anggota yang terlibat. Makanya kita gandeng Paminal, kita kerja sama,” terang Risnoto, Minggu (3/9)
Dalam operasi tersebut, aparat gabungam lebih dulu meringkus seorang pria bernama Anang (25) yang diduga pengedar narkoba di Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir. Aparat menemukan barang bukti berupa 3 poket sabu seberat 5,61 gram yang disimpan pelaku didalam saku celana depan, dan juga disita timbangan digital 1 unit, Hp, uang tunai Rp.250 ribu, serta 1 unit motor.
“Pelaku ini (Anang) sudah satu tahun menjadi target operasi (TO) dan akhirnya tertangkap,” jelas Risnoto. Polisi juga menggerebek rumah kontrakan Anang di Kawasan Sungai Kerbau. “Hasil penggerebekan di rumah pelaku, nihil barang bukti yang diamankan,” tandasnya.
Menurut Risnoto, kawasan Jalan Tongkol selama ini memang menjadi salah satu tempat rawan peredaran narkoba di Samarinda. “Ya, nomor satu itu (rawan narkoba), sudah sering dilakukan pengungkapan narkoba, tapi tetap ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bandarnya kita tangkap,” bebernya.
Sementara itu, masih di hari yang sama, sekitar pukul 17.00 Wita, BNNK juga menangkap terduga pengedar narkoba di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir.
Tersangka bernama Udin (36) diamankam dengan barang bukti 1 poket sabu berat 0,67. “Sebenarnya hari itu pas malam takbiran, kita lakukan operasi sampai jam 24.00, karena masih ada yang kita TO, namun belum berhasil ditangkap,” demikian Risnoto. (dor)









