Sebanyak 526 penumpang asal Parepare turun di Samarinda dari kapal tersebut. Dari informasi yang diterima keterlambatan tersebut dikarenakan KM Queen Soya hanya menggunakan satu mesin yang seharusnya dua mesin.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda Capt. Slamet Isyadi saat dikonfirmasi terkait hal itu membantah dengan tegas terkait informasi yang beredar.
"Keterlambatan itu, informasi dari pihak operator karena dari Parepare, ditemukan ada pengiriman daging babi oleh pihak karantina tumbuhan dan hewan," kata Slamet.
"Pihak karantina disana temukan 300 kilogram daging babi dalam boks yang tidak sesuai dengan fakturnya karena dalam faktur itu ikan kerapu. Rencananya daging ini mau diselundupkan ke Samarinda saat mau berangkat," sambungnya.
Temuan tersebut berdampak pada waktu keberangkatan kapal ke Kota Tepian, sehingga kapal baru tiba pukul 15.00 WITA.
"Yang seharusnya kan jam 10 pagi tiba di pelabuhan Samarinda," tegasnya. Memang sempat terjadi kerusakan di salah satu mesin kapal. Namu masih bisa diatasi saat di tengah laut.
"Waktu berangkat dari Parepare mesinnya nyala semua, tapi rusak di tengah laut dan bisa diperbaiki," tandasnya.
Sementara Kapten KM Queen Soya Suhamir mengatakan jika saat berangkat disebutkannya kondisi kapal dalan keadaan baik.
"Memang ada keterlambatan, yang seharusnya tiba jam 11.00 WITA, karena ada pengurangan kecepatan makanya lambat, ini dilakukan karena dikhawatirkan kalau mesin tetap tinggi putaran, akan mengalami kerusakan," ujarnya.
"Dan sempat ada kerusakan mesin, tetapi kerusakan ringan. Jadi kecepatan dikurangi sehingga terlambat tiba di Samarinda," jelas Suhamir.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur