"Hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dari beberapa faktor yang ada," ucapnya, Jumat (1/4/2022).
Selain itu berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Kota Samarinda termasuk mematok biaya tarif termurah ketimbang daerah lainnya. Pada 2020 lalu Perumdam Tirta Kencana Samarinda hanya memasang tarif sebesar Rp 6.367 per meter kubiknya. "Jika kabupaten kota lain rata-rata lebih dari tarif kita," bebernya.
Ia menjelaskan, Perumdam Tirta Kencana Samarinda sejak berdiri sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyedia air bersih baru melakukan penyesuaian tarif sebanyak dua kali, yang mana penyesuaian itu pada awalnya dilakukan pada 2008 silam hingga pada akhirnya kembali dilakukan penyesuaian tarif pada 2016. "History penyesuaian tarif yang pernah dilakukan ya hanya dua kali itu saja," ungkapnya.
Perbandingan antara tarif 2020 sebesar Rp 6.367 per meter kubik disebutkan jika penyesuaian tarif terjadi sebesar 9 persen dinominalkan dalam bentuk rupiah sebesar Rp7.540 per meter kubik.
Peningkatan tarif tersebut juga bukan semata-mata hanya sebatas mencari keuntungan, Perumdam Tirta Kencana Samarinda juga turut membuktikan dengan pengembangannya yang belakangan ini dilakukan dengan terukur. Mulai dari tingkat kapasitas bertambah hingga titik aliran bergilir juga mulai berkurang.
"Jika 2020 kami hanya memiliki kapasitas 2.435 liter dan area bergilir 15 titik, kini 2021 kapasitas total sebesar 2.800 liter dan titik aliran bergilir sembilan titik," tandasnya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah