Meskipun jumlah lapak dagang yang disediakan hanya 127 lapak, namun persebaran pasar Ramadan di luar fasilitas yang diberikan pemerintah menjamur di beberapa titik Kota Samarinda.
Hasil pemantauan Koran Kaltim, secara mandiri masyarakat membuka lapak dagang di balangan Jalan Siradj Salman terdapat 38 lapak dagang sudah terpasang disepanjang jalan.
Sinah, penjual jajanan buka puasa yang sedang bersiap memasang lapak dagangnya menyebutkan seluruh lapak dagang di sepanjang jalan Siradj Salman telah mendapatkan izin dari Forum Kemitraan Polis Masyarakat (FKPM) Air putih. Tanpa mengantongi izin Sinah khawatir lapaknya bersama pedagang lainnya dibobgkar paksa.
"Lapak kami ini sudah dapat izin dari 202i sampai 2025 nanti, tapi jualannya hanya di bulan puasa saja, itu juga kami diperbolehkan hanya dari 1 April hingga 29 April 2022," ucap Sinah.
Terdapat 38 lapak dagang yang terpasang di sepanjang ruas jalan, yang menjual berbagai menu kuliner berbuka puasa. Sinah memastikan, dirinya bersama rekan yang lain akan mulai berjualan pada Minggu (3/4/2022) nanti.
"Kita mulai jualan di hari Minggu, lumayan banyak penjualnya dari pada puasaan sebelumnya," Imbuhnya.
Antusias pedagang kuliner meningkat, hal ini membuktikan bahwa perekonomian masyarakat kian membaik dan animo masyarakat untuk beraktivitas pun kembali meningkat.
Senada dengan Sinah, Bahar salah seorang penjual kue basah di kawasan jalan Rumbia ini merasa bersemangat menghadapi Ramadan 1443 H. Lantaran Ramadan kali ini terasa begitu ramai, terlihat dari aktivitas masyarakat beberapa pekan ini menggambarkan antusias dan kerinduan luar biasa.
"Saya jualan itu sudah lama sekali, tahun kemarin meskipun ya masih ada yang beli tapi sedikit lesu, tapi saya berharap tahun ini makin bersemangat," kata Bahar sumringah.
Gelora semangat menyelimuti masyarakat jelang Ramadan, kendati demikian pedang tetap mengeluh dengan pulihkan perekonomian masyarakat harga-harga bahan pokok diberbagai tempat perbelanjaan kian membengkak. Mau tak mau pedagang tetap membeli bahan dengan harga melonjak, demi tetap berlangsungkan perekonomian keluarga.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah