Tak hanya menyoal perpanjangan masa jabatan, massa aksi juga menyoroti kelangkaan solar dan minyak makan yang sebelumnya terjadi di Kaltim.
"Kita tau di Kaltim ini banyak perkebunan kelapa sawit, di Balikpapan banyak minyak. Tapi kenapa kita malah susah dapatnya, malah terjadi kelangkaan," terang orator lainnya.
Massa aksi hadir membawa sejumlah tuntutan, di antaranya menolak masa perpanjangan jabatan Presiden dan Wakil Presiden, menolak kenaikan PPN 1 persen, mengutuk keras tindakan pemerintah atas penggusuran lahan secara paksa, dan meminta otonomi khusus di Kaltim.
Kendati menggelar di kantor DPRD Kaltim, namun aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA ini hingga kini tak kunjung disambangi oleh para perwakilan rakyat yang berada di dalam.
"Sudah berjam-jam tapi tidak ada pejabat di dalan yang ke luar. Ini menandakan keadaan Indonesia hari ini, para pejabat sedang tidak memikirkan rakyatnya," kata Humas Aksi Yusril Surya Wahyudi.
Yusril menerangkan bahwa akan tetap setia menunggu para perwakilan rakyat untuk menyambut, berdialog, dan menerima kotak aspirasi yang telah dibuat oleh pihaknya.
"Kita sudah bersepakat memberikan aspirasi dan menyimpan di kotak aspirasi. Kami tidak akan beranjak tetap menunggu di sini, sampai mereka (Anggota DPRD) keluar," tegasnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah