Kepedulian terhadap sesama melatarbelakangi digelarnya bazaar amal ini. “Sesuai motto BLC “Kami Berkarya, Kami Peduli, Kami Berbagi”. Prinsip kami, manusia yang paling beruntung adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain,” ujar Nurul Sinanta, Ketua BLC Samarinda didampingi Ketua Panitia Bazaar Amal Salawati kepada Korankaltim.com sore tadi.
Selama ini BLC yang memiliki 60 anggota sudah menggelar banyak kegiatan mulai dari latihan bersama (latbar kue dll) juga arisan yang tujuannya mempererat silaturahmi antar anggota.
“Selama ini pengurus BLC memiliki kesadaran untuk berbagi karena hal itu tidak saja merupakan sikap mulia yang diajarkan semua agama tapi juga pikiran dan naluri manusia sebagai makhluk sosial yang menuntut semua orang untuk bersikap peduli dan peka terhadap segala penderitaan, kekurangan dan keterbatasan orang lain,” papar Nurul.
Bazaar amal ini sendiri merupakan kerja nyata BLC, berbagi kepada yang berhak menerimanya.
“Untuk kegiatan bazaar amal ini kami melakukan system penjualan online dan offline. Ada beberapa paket yang kami jual dan kegiatan seperti ini sebenarnya setiap tahun kami laksanakan, terhenti dua tahun karena pandemic Covid-19, sekarang kami mulai lagi,” paparnya
Sasaran BLC Samarinda yang berdiri sejak tahun 2014 lalu ini adalah masyarakat umum yang ingin bersama-sama berbagi untuk orang lain yang membutuhkan.
“Anggota BLC membuat kue dan dijual, dari hasil penjualan beberapa persen kami sumbangkan kepada orang tak mampu, membelikan kebutuhan pokok yang diberikan kepada penyapu jalan atau panti asuhan dan lainnya,” sebut Nurul.
Adapun anek kue yang dijual pada bazaar amal pagi hingga siang tadi antara lain bolu pisang, brownies, lapis sagu, lemper ayam, roti keju, semar mendem, sosis Solo, bolen pisang dan aneka kue lainnya.
Editor: Aspian Nur