"Ini ada kaitannya dengan acara tarhib Ramadhan Pegadaian Syariah seluruh Indonesia. jadi tarhib itu kemarin kita sudah mengadakan bantuan sembako dan santunan untuk kaum dhuafa, dan hari ini rangkaian kegiatan terakhir yaitu pelaksanaan khitanan Massal," ujar Totok.
Peserta khitanan merupakan masyarakat Samarinda, proses pengumpulan massa pun dibantu melalui kerjasama dengan Rumah Zakat yang merupakan binaan mereka.
"Memang kami sinergi dengan rumah zakat. PT Pegadaian dengan rumah zakat untuk mencari penerima manfaat untuk bisa menjadi peserta khitanan massal," jelas Totok lagi.
Tak hanya khitanan, kegiatan dari Pegadaian Syariah seluruh Indonesia itu terdapat 10 program termasuk diantaranya bersih-bersih masjid, tabligh akbar, berbagi sembako dan lain-lain. Karena keterbatasan waktu dan tenaga serta masih dalam situasi pandemi, oleh karenanya khitanan yang lebih dioptimalisasikan untuk digelar.
"Jadi masih dalam situasi pandemi, tidak bisa mengumpulkan orang secara massal maka kami memutuskan untuk mengadakan khitanan massal hari ini," sebutnya.
Dalam dikondisi pandemi banyak masyarakat yang kesulitan, dengan adanya berbagai program dari PT Pegadaian Syariah Pasar Merdeka Area Samarinda melalui kerjasama dengan Rumah Zakat ini diharapkan mampu meringankan beban sesama dan memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
"Program membagi sembako dan santunan termasuk untuk meringankan beban dari masyarakat, termasuk khitanan massal. Kalau kami lihat khitanan diluarkan harganya cukup besar, makanya memilih khitanan massal ini untuk membantu meringankan beban masyarakat," ucapnya.
Tahun ini juga PT Pegadaian berencana kembali menggelar khitanan massal, lantaran saat pembukaan pendafataran khitanan hari ini banyak sekali peserta yang tidak bisa mengikuti karena kuota terbatas.
"Tetapi tidak menutup kemungkinan hanya dengan dana DKU tapi juga ada dana CSR yang kita bisa gunakan untuk melakukan khitanan massal," pungkas Totok. (*/kk)
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur