Kekurangan tenaga yang terjadi turut disampaikan oleh para pmpinan OPD khususnya OPD teknis yang membutuhkan pegawai banyak kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menyikapi hal itu BKPSDM Samarinda telah menggelar rapat guna pembahasan lebih lanjut mengenai persoalan yang tengah terjadi. "Jadi keputusannya dalam seminggu kita mengunjungi OPD-OPD untuk melihat kebutuhan secara objektif," ucapnya Kamis (10/3/2022).
Ia memastikan hadirnya nanti benar-benar mengukur bagaimana kebutuhan pada instansi yang dikunjungi dengan standar analisa yang dimiliki, sehingga tidak ada istilah titipannuntuk diakomodir. "Jadi kami ada standar kebutuhan minimal, intinya ada analisanya dari tim kami," jelasnya.
Bukan berarti dari pengurangan yang terjadi pada sejumlah OPD, Pemkot Samarinda akan kembali mengangkat pegawai non ASN baru, namun pengisian kekurangan juga akan dilihat dari sejumlah OPD lainnya yang memiliki kelebihan tenaga untuk kemudian dapat dimanfaatkan mengisi kekurangan tersebut. "Jika masih kurang baru kita lakukan pengangkatan lagi," tuturnya.
Untuk diketahui jumlah seluruh pegawai non ASN yang berada di Pemkot Samarinda 4.354 orang telah lulus dalam uji kompetensi lalu, kemudian persoalan kekurangan tenaga ini diajukan sebayak 39 OPD beserta kecamatan melalui perpanjangan pegawai non ASN tahap II dengan jumlah keseluruhan 503 orang, akan tetapi dari ratusan itu yang telah mendapatkan tanda tangan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda disertai persetujuan Wali Kota Samarinda hanya 481 orang, sehingga sebanyak 22 orang yang tidak mendapatkan persetujuan itu.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah