Ia menjelaskan dari jumlah ketersediaan minyak goreng curah yang akan datang pihaknya bakal sebar ke 13 pasar yang ada di Samarinda agar seluruh masyarakat dapat menjangkau ke kawasan terdekat. "Nanti juga akan ada batasan pembeliannya, kami batasi 5 liter," ucapnya, Rabu (9/3/2022).
Ia membeberkan faktor yang menjadi pemicu pada kelangkaan minyak goreng ini yaitu harga bahan bahan baku pembuatan minyak goreng melonjak naik dua kali lipat. "Saya dapat informasi itu dari produsen," ungkapnya.
Namun, ia memastikan jika rencana penyediaan minyak goreng yang akan terlaksana dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda, akan tetapi kendala lainnya berupa wadah pengemasan.
"Kalau kayak kemarin masalah bawang kan tinggal saya hambur saja, kalau ini memerlukan waktu lagi, jadi kalau bisa warga membawa wadah masing-masing," tuturnya.
Sementara itu, pendistribusian minyak goreng yang akan dilakukan oleh pihaknya kepada masyarakat akan dibandrol dengan harga Rp11.500 per liter, berbeda dengan pedagang maupun pengecer, ia mampu memberikan dengan besaran harga Rp10.500.
Marnabas menjelaskan nantinya untuk pembelian minyak goreng yang disediakan, masyarakat diminta untuk membeli kupon terlebih dahulu kemudian menukarkan kupon itu dengan minyak goreng.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah