"Kemudian dari paparan itu, mana yang masuk skema APBD, mana yang kita masukkan dalam kerja sama dengan pihak ketiga," ucapnya.
Kemudian pengembangan dari fasilitas itu juga akan dikerjasamakan dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Varia Niaga Samarinda yang salah satunya membuat kandang close house modern untuk peternakan unggas yang tidak berbau.
"Sebenarnya kita sudah melalui MOU, tinggal nanti Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan membuat proposal atau rancangannya," ungkap pria yang kerap disapa AH.
Kelihatannya fasilitas itu kini kurang maksimal dan memiliki tingkat keramaian pada momen-momen tertentu, menurutnya hal itu karena kurang penegakan terhadap aturan yang berkaitan dengan tata pelaksanaan.
Ia membeberkan sejauh ini tata niaga daging di Samarinda terdapat sebanyak 33 ribu unggas yang bisa menjadi PAD Samarinda, sehingga dari hal itu dapat disimpulkan terjadi kebocoran.
"Karena daging dari luar tidak bisa kita bendung, padahal sudah ada perwali dan perdanya yang bisa kita tegakkan," sebutnya.
Ia mengharapkan setelah rencana penataan yang ada dikemudian hari dampaknya akan terlihat baik itu manfaat untuk masyarakat hingga kepada daerah.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah