Syamsudin, warga sekitar mengetahui kejadian tersebut setelah dirinya selesai salat Subuh.
Pria 54 tahun itu awalnya mendengar suara ribu-ribut. Karena penasaran Syamsudin mengecek keluar. Saat membuka pintu keluar rumahnya, ia melihat ada dua orang berlari kencang dan terlihat sosok tubuh tergeletak di samping tembok pondok pesantren.
"Saya hanya dengar suara pukulan, kayak mau pukul ular, tapi kok gak mati-mati, terus dengar suara orang teriak," jelas Syamsuddin kepada Korankaltim.com siang tadi.
"Karena panasaran saya ke depan dan melihat ada dua orang lari ke arah bukit. Terus ada orang tergeletak, tengkurap posisinya, saya dekatin masih bernafas, tetapi saya tidak berani megang, jadi saya tunggu warga lain yang baru selesai salat subuh, pas ada warga bernama Tejo datang dia juga tidak berani pegang. Posisi mukanya saya lihat berlumuran darah," paparnya.
Tejo langsung memanggil para santri dan jamaah masjid. "Kondisi masih gelap jadi hanya lihat darah dimukanya. Tetapi, setahu saya itu guru ngaji, dia ngajar di pesantren sini," jelas Syamsuddin lagi.
Eko Hadi Prasetya langsung dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawa pria 42 tahun itu tak tertolong.
Hingga berita ini diturunkan Unit Inafis Polresta Samarinda sudah melakukan rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ada lima reka adegan yang dilakukan bersama dengan para saksi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur