Donny menyampaikan teknik gasifikasi sejatinya mulai banyak dilakukan penelitian di mana-mana, dan ternyata dapat dijalankan di Indonesia. Secara garis besar, kata dia, ketika menggunakan teknik UCG itu mendukung ketahanan energi dan tentu ramah lingkungan.
"Karena kita tidak harus membuka tambang dengan open pit, dengan cara menggali, memindahkan, mengeruk hasil alamnya. Tetapi kita cukup mengebor dengan kedalaman 150-400 meter kemudian memasukan udara dengan kompresor, kita lakukan pembakaran yang akhirnya keluar gas," jelas Donny.
Teknik gasifikasi ini dilakukan pembakaran di dalam tanah, sehingga yang keluar hanya gasnya saja. Menurut dia dengan teknik seperti ini akan sangat ramah lingkungan.
"Sebenarnya UCG bisa menjadi salah satu alternatif pilihan energi yang ramah lingkungan kemudian bisa juga diterapkan di Indonesia, untuk mendukung ketahanan energi di Kaltim. Bisa jadi opsi lah," ucapnya.
Hal ini kata dia, sebagai bentuk dukungan dari IKA TP atas dipindahkannya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim dengan wujud mendukung ketahanan energi.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah