"Dari hasil pemeriksaan kepolisian yang dikeluarkan, menyatakan sesuai dengan pertimbangan hukum, proses penyelidikan dihentikan," ungkap Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II A Samarinda Capt Slamet Isyadi kepada Korankaltim.com siang tadi saat ditemui di Pelabuhan Samarinda.
"Alasannya karena sudah dilakukan pemanggilan terhadap kru kapal serta KSOP sendiri, termasuk pihak perusahaan yang telah melakukan perbaikan-perbaikan dan kapal ini kan alat transportasi yang digunakan masyarakat yang menghubungkan dua pulau Sulsel (Parepare) dan Kaltim (Samarinda)," paparnya.
KSOP juga sudah melakukan pemeriksaan langsung, terkait kelaikkan kapal yang diakuinya telah sesuai dengan standarnya seperti beberapa alat kebakaran dan akomodasinya.
"Untuk itu dari rekomendasi yang telah dikeluarkan KSOP Samarinda pada hari ini, maka rute pelayaran Samarinda-Parepare dibuka lagi untuk KM Pantokrator," jelas Slamet.
Jumlah penumpang KM Pantokrator yang berangkat hari ini memang masih dibawah normal yakni 242 penumpang dengan kapasitas kapal 1.850 orang. "Tidak ada peningkatan, masih dibawah normal. Tetapi biasanya yang banyak itu kalau kedatangan," sebut Slamet.
Yang jelas pasca insiden kebakaran KM Pantokrator ini, pihaknya pun mengimbau kepada pihak perusahaan untuk mengutamakan keselamatan dalam pelayaran, termasuk para penumpang, untuk tetap mentaati aturan yang ada di kapal demi keselamatan bersama.
"Juga dengan adanya edaran baru pemerintah, diharapkan untuk tetap memperketat protokol kesehatan selama melakukan perjalanan, untuk mencegah penularan covid-19, khususnya varian baru omicron ini," pungkas Slamet.
Seperti diketahui, KM Pantokrator Rabu (26/1/2022) bulan lalu tengah persiapan keberangkatan dan masih dalam proses penjualan tiket serta pemeriksaan kesehatan penumpang tujuan Parepare pukul 14.00 WITA.
Pukul 10.30 WITA tiba-tiba kepulan asap keluar dari salah satu kamar VIP nomor 302 di dek tiga, yang kemudian menyebabkan kepanikan para penumpang kapal, sehingga membuat mereka pun berhamburan keluar dari kapal untuk menyelamatkan diri.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur