"Kami dari pemerintah kota (pemkot), bersama TNI/Polri, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19, khusus varian baru omicron ini, sehingga perlu diambil langkah-langkah dalam penanganannya," tuturnya.
"Apalagi, dalam minggu pertama Februari kembali mengalami peningkatan yang signifikan," sambungnya.
Sehingga, langkah yang dilakukan adalah secara preventif yaitu dengan vaksinasi, yang menjadi prioritas utama, khususnya bagi para lanjut usia (lansia), yang diketahui persentasenya masih 62 persen.
"Karena lansia ini kan usia rentan, biasanya memiliki penyakit bawaan, untuk itu perlu peningkatan khusus. Mudahan bulan ini kami harapkan targetnya bisa mencapai 80 persen, selain itu anak-anak juga yang sudah capai 70 persen, itu tetap terus kami lakukan," bebernya.
Selain melakukan langkah preventif, juga dengan melakukan pembatasan kegiatan, serta dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat melakukan aktivitas.
"Dengan tetap disiplin prokes, yaitu wajib menggunakan masker, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, ini harus diterapkan di mal-mal, toko kantor maupun pusat-pusat perbelanjaan," ungkapnya.
Juga termasuk, tambah Rusmadi, dengan melakukan penguatan satuan tugas (satgas) di kampung-kampung tangguh, untuk tingkat RT dan berkaitan dengan fasilitas kesehatan, terutama pusat karantina (puskar), yang ada di Samarinda yakni di kawasan Sungai Siring, Lempake, Palaran, dan Segiri. "Itu diaktifkan kembali, juga kami akan mengecek kesiapan rumah sakit yang ada," katanya.
"Artinya, masyarakat yang terkonfirmasi, dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri, tetapi tetap dalam pengawasan kami. Ini supaya memudahkan dalam melakukan tracing," sambungnya.
Terpenting, Rusmadi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas, yaitu dengan disiplin prokes. "Tetapi ya, jangan panik dan khawatir yang berlebihan. Kalau disiplin prokes insya Allah aman," pungkasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan masyarakat dipersilakan untuk menjalankan aktivitasnya.
"Sampai saat ini belum ada pembatasan atau kebijakan dari pemerintah, kami masih menunggu perkembangan selanjutnya. Tetapi kami harapkan masyarakat dalam beraktivitas ya tetap mematuhi prokes, termasuk aktifasi aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya.
"Tetapi, warga kami minta untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu. Dan kami menegaskan untik saat ini tidak ada pembatasan, tetapi kegiatan dilakukan dengan prokes ketat terutama penggunaan masker," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah