Vaksinasi yang diselenggarakan Polresta Samarinda tersebut menyediakam 1.500 dosis, yang mana memang sejak awal mengutamakan lanjut usia (lansia) dan anak-anak.
Tetapi dari warga yang datang ke gerai tersebut rata-rata dipenuhi oleh masyarakat usia produktif. Dalam imbauannya pun jelas, untuk vaksinasi ini lansia dan anak-anak menjadi prioritas.
Fery, warga yang ikut vaksin mengaku tak mengetahui jika vaksinasi tersebut lebih memprioritaskan lansia dan anak-anak.
"Saya tidak tahu, sudah antri dari jam tujuh pagi tadi, karena prioritas lansia dan anak-anak ya masih menunggu, sampai lansia dan anak-anak selesai," kata pria 35 tahun itu kepada Korankaltim.com siang tadi.
Fery datang dari Sangatta, Kutai Timur (Kutim) ke Samarinda untuk mendapatkan vaksin kedua, bersama lima rekannya yang lain dan memang sengaja mengambil cuti. "Ya kami sabar saja menunggu, mudahan-mudahan bisa dapat, karena sudan jauh kesini," harapnya.
Sementara Irwan, warga lainnya, datang untuk menemani ayahnya yang berusia 75 tahun. Menurutnya vaksinasi yang membludak tersebut diakuinya karena sejak awal dalam pengaturan dan penerimaan kurang tepat.
"Iya, petugas yang memberikan formulir ini tidak mengatakan jika ini yang diprioritaskan lansia dan anak-anak. Karena saya perhatikan hanya diberi formulir saja, makanya banyak yang mengira dibuka untuk umum," ujar Irwan.
Seharusnya menurut Irwan untuk vaksin tahap 1, 2 dan booster, antrean dipisahkan. "Jadi tidak berkerumun begitu, karena rawan penularan," katanya.
Yang pasti masyarakat tetap mengapresiasi vaksinasi massal garapan Polresta Samarinda tersebut karena sejak vaksinasi dilakukan kasus Covid-19 mulai menurun.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur