Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda langsung menggelar olah TKP dan memasang garis polisi.
"Tadi kami sudah melakukan olah TKP dan telah berkoordinasi dengan Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Mabes Polri untuk langkah selanjutnya," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, melalui Kasubnit Inafis Aiptu Harry Cahyadi.
Dari hasil olah TKP awal, Harry menyebutkan jika api berasal dari salah satu kamar VIP nomor 302 di dek tiga. "Kalau penyelidikan awal kami, bukan karena korsleting listrik," tuturnya.
Dari olah TKP awal yang dilakukan, pihaknya juga belum mengamankan barang bukti apapun, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan puslabfor.
"Belum ada yang kami amankan, ini kami koordinasikan dulu dengan Puslabfor," ujarnya.
Untuk itu, kemungkinan besar sebutnya, Puslabfor Mabes Polri akan datang ke Kota Tepian, untuk menyelidiki dugaan penyebab kebakaran KM Pantokrator.
"Sehingga, selama proses penyelidikan ini, kapal tidak beroperasi," pungkasnya.
Sementara Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda Capt. Slamet Isyadi mengatakan pasca kejadian kebakaran tersebut KM Panyokrator tidak akan beroperasi.
"Kapal tidak akan beroperasi dan para penumpang akan dialihkan ke kapal lain," ujarnya.
Saat ditanya soal jumlah penumpang KM Pantokrator yang rencana berangkat tersebut, pihaknya mengaku belum dipastikan.
"Yang jelas untuk kapasitas kapal itu 1.850 orang. Tetapi, data penumpang masih kami data, karena kan tadi masih proses penjualan tiket dan pemeriksaan kesehatan. Untuk dugaanya, masih dalam penyelidikan kepolisian," pungkasnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan