"Kami sebagai warga Kaltim pastinya senang dan bahagia karena selama ini hasil bumi kita dikuras untuk kepentingan negara dan yang kita dapatkan cuma banjir dan longsor. Maka dari itu yang kami harapkan, dengan adanya IKN, pembangunan di Kaltim bisa terjadi perubahan dan hidup yang layak di Kaltim," ungkapnya.
"Jadi, intinya dari aksi ini harapan kami segera dilakukan penangkapan terhadap Edy Mulyadi, jangan biarkan dia berkeliaran dan terus menebarkan hoaks," sambungnya.
Lanjut kata Heldy, jika aparat hukum tidak bisa menangkap, warga Kalimantan yang akan turun langsung menangkap.
"Kami yang akan lakukan, karena kami punya massa dan kemampuan untuk melakukannya. Tapi kami tidak mau karena kami menghormati aparat dan proses hukum yang berlaku. Jadi paling tidak yang kami harapkan kami mendorong agar aparat tidak ragu-ragu menangkap Edy," imbuhnya.
Setelah menggelar aksi di depan Mako Polresta Samarinda, Ormas Gepak Kuning kembali menyuarakan aksinya di depan Kantor Gubernur Kaltim.
"Jika, memang belum ada tindak lanjut, kami akan menggelar aksi lagi, dengan menurunkan massa yang lebih banyak, dari seluruh Kalimantan," tandasnya.
Untuk diketahui, adanya aksi tersebut buntut dari ucapan Edy Mulyadi, yang videonya sempat viral, yang mengatakan jika Kalimantan tempat 'jin membuang anak'. Hal tersebut terkait kritikannya soal pemindahan IKN ke Kaltim.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan