Diskusi yang dilaksanakan di Kafe Kopi Jadi, Samarinda ini memberikan pandangan besar terkait makna santri, Diskusi dengan tema "Santri mendunia? Siapa Takut" itu, bagi Muqoffi seluruh kader PMII termasuk dalam golongan santri meskipun tidak mengenyam pendidikan pesantren.
‘’Siapapun yang sudah dibaiat di PMII, maka sudah pasti dikatakan sebagai santri. Karena amaliyah yang dijalankan oleh santri juga dijalankan di PMII’’ ucap Cak Muqaffi Sapaan akrabnya.
Selanjutnya Muqaffi juga memberikan refleksi akan pentingnya kader PMII selalu merujuk pada tujuan PMII sebelum melangkah, Sehingga gerakan yang dibangun oleh kader PMII atas dasar keumatan dan mampu berperan sebagai problem solver. Kemudian dirinya juga menjelaskan sebagai kader PMII harus mampu menghadapi perkembangan zaman.
"Kader PMII sebagai potret santri mendunia di era society 5.0 harus mampu bergerak berdampingan dengan teknologi yang sarat akan karakteristik humanisnya. Namun perlu dibarengi dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan ditunjang Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Indonesia tentu memiliki tantangan tersendiri agar mampu berimbang antara SDM dan SDA," Terangnya.
Ketua cabang PMII Kota Samarinda, Usamah Ahmad Syahid berharap dengan adanya Sharing Sassion bersama Pengurus PB PMII ini mampu menambah cakrawala keilmuan kader PMII di Samarinda. Mengingat bahwa dirinya memiliki slogan TEPIAN (Tekad, Aspirasi Nyata) yang berbagai program kedepannya diharapkan mampu membangun karakteristik kader yang berkualitas.
"Santri mendunia ini merupakan salah satu hal yang harus kita tekadkan bersama, agar kedepannya daya saing kader PMII itu tidak dapat diragukan lagi, Sebab hari ini jika kita masih berdiam diri, maka kita akan jauh tertinggal, Oleh sebab itu mari asah kreatifitas dan keilmuan guna menyongsong PMII Generasi Emas," kata Usamah.
Penulis : Linda Mulyani.
Editor : Bambang Irawan