Saat ini pemerintah pusat masih menunggu masuknya investor untuk mendanai pembangunan jalan tol kedua di Kaltim itu.
“Belum ada perkembangan, masih sama, masih menunggu investor,” tegas pria yang akrab disapa Nanda ini.
Pengecekan tanah yang dilakukan pihak-pihak terkait sedang dilakukan namun tetap saja pembangunan tak bisa berlanjut jika investor selaku pendana urung dimiliki.
Untuk Tol Samarinda Bontang, Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan yang sudah disusun masih tetap tidak berubah.
“Masih pakai yang lama. Sudah disetujui dan disepakati dengan semua perbaikan-perbaikan dan revisinya kan,” sebut Nanda yang mantan pejabat Kutai Timur ini.
Sebelumnya FS yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sudah dipresentasikan ke Pemprov Kaltim, bahkan juga sudah dilakukan Focus Group Discussion (FGD). Besarnya kebutuhan lahan yang diperlukan untuk pembangunan proyek ini, membuat Nanda meyakini bahwa ke depannya pasti akan bersinggungan dengan beragam jenis lahan.
“Mulai dari hutan lindung atau lahan masyarakat karena cukup luas kebutuhan lahannya,” papar Nanda.
Baik FS maupun DED yang sudah rampung sejak tahun 2021 membuat progres pembangunan tol memang hanya menyisakan proses lelang. Lelang akan dilakukan Pemerintah Pusat dan rencananya akan memakai mekanisme investasi pihak ketiga.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur