Padahal jalan tersebut diketahui sudah dilakukan perbaikan yang berjalan sejak Januari 2021 itu dengan masuk dalam pembiayaan Multi Years Contract (MYC) yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dan di perkirakan bernilai ratusan miliar.
Terkait hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah pemilihan (dapil) Kaltim Zainal Arifin menganggap proses perbaikan ini sudah ada langkah dari pemerintah namun terkesan belum maksimal karena spot jalan yang rusak semakin bertambah sedangkan pos anggaran terbatas untuk beberapa spot jalan yang rusak.
Menurutnya, akibat kondisi jalan yang seperti ini sangat berdampak pada warga Kubar dan Mahulu karena itu merupakan satu-satunya akses menuju kesana.
Biasanya waktu normal cukup 6-7 jam waktu tempuh Samarinda - Barong Tongkok kondisi jalan normal tapi sekarang bisa menjadi 9-10 jam dengan kondisi jalan yang rusak.
"Pekerjaan itu kan ada anggaran APBN. Tolong kepada pihak yang mempunyai tanggungjawab tugas ini agar di prioritaskan segmen jalan yang kondisinya rusak berat untuk segera di perbaiki agar mudah dilalui warga" tegas Zainal kepada Korankaltim.com Selasa (28/12/2021) hari ini.
Dirinya sangat prihatin dengan kondisi ini, sebab rusaknya jalanan sangat menganggu perputaran ekonomi di wilayah tersebut. "Karena ini urat nadi ekonomi," ucapnya.
Zainal yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim ini berharap agar pemerintah pusat dapat langsung menindaklanjuti secara langsung dengan berkoordinasi kepada Pemprov untuk segera menangani masalah jalan ini.
"Karena jalan ini merupakan akses ke IKN, Ibu Kota Provinsi, Kukar, Kubar, Mahulu, Kalteng," tutupnya.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur