"Saya awalnya mau mandi, dengar bunyi seperti duaar, kayak ada benda terlempar keras di seng, itu sekali saja," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
"Saat saya cek ke luar api itu sudah membesar dari atap rumah pak Bejo," sambungnya.
Ia pun langsung bergegas mengambil air dengan peralatan seadanya, berupaya memadamkan api bersama warga sekitar.
"Gak lama datang pak RT, beliau bawa peralatan pemadam, dan langsung kami semprot. Kemudian datang petugas pemadam dengan relawan membantu," terangnya.
Dia mengatakan sang pemilik rumah bernama pak Bejo mengalami luka bakar di dahi dan tangannya.
"Iya pak Bejo yang punya rumah, kalau anaknya ini syok saja," pungkasnya.
Sementara, Humas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Heri Suhendra mengatakan saat itu mendapatkan laporan telah terjadi musibah kebakaran di kawasan Jalan DI Panjaitan, kemudian dari posko 2 dan 7 pun diluncurkan.
"Kami dapat informasi itu sekitar 18.50 WITA, posko terdekat langsung diluncurkan. Setibanya di sana dilakukan upaya pemadaman, bersama teman relawan serta warga sekitar," ungkapnya.
"Api bisa kami kuasai kurang lebih 30 menit," sambungnya.
Dalam musibah itu pun Heri menyebutkan terdapat satu korban mengalami luka bakar di bagian dahi dan tangan.
"Itu pemilik rumah yang mengalami luka bakar, kalau anaknya dia syok saja," imbuhnya.
Terkait kendala di lapangan, Heri mengatakan akses jalan yang sempit dan menanjak, membuat mobil tangki mengalami sedikit kendala.
"Sumber air juga minim, tetapi alhamdulillah, semua bisa teratasi. Kalau dugaan sementara itu korsleting listrik, untuk pastinya dalam penyelidikan kepolisian," pungkasnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan