Hafazh Al Kindy, warga kawsan Awang Long menyebutkan, jalan rusak terjadi sejak pembuatan drainase dan tidak diperbaiki hingga saat ini, berimbas pada kecelakaan yang dialami pengendara roda dua.
"Selama dua bulan ini sudah sekitar 10 kejadian kecelakaan, beragam penyebabnya mulai dari yang tidak tahu karena ada genangan airnya sampai yang ngerem mendadak," kata Hafazh kepada Korankaltim.com Rabu (17/11/2021) hari ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sudah merencanakan perbaikan jalan tersebut. "Mungkin sebentar lagi sudah mulai pengerjaan," ucap Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, PUPR Samarinda, Budi Santoso dihubunga secara terpisah.
Sementara ini pemenang lelang tengah melakukan Pre Construction Meeting (PCM) merupakan salah satu tahapan sebelum pengerjaan perbaikan jalan dimulai.
Pemkot Samarinda menyiapkan anggaran sebesar Rp1,42 miliar dengan panjang pengerjaan berkisar 400 meter dengan lebar 12 meter. "Kami mulai dari jalan keluar Taman Samarendah sampai simpang mau masuk Jalan WR Soepratman," jelas
Budi.
Kendala masih belum ditemukan, hanya saja kondisi cuaca di Kota Tepian yang kerap diguyur hujan menjadi hambatan bagi pihaknya untuk melakukan perbaikan. "Tapi biasanya kontraktor pakai aspal emulsi kalau belakangan ini sering hujan," jelas Budi lagi.
Budi membeberkan bahwa pengerjaan itu kemungkinan dapat rampung dalam sepekan, hanya kapan dimulai belum bisa dipastikan. Ditargetkan sebelum memasuki Desember mendatang Jalan Awang Long sudah kembali mulus.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur