Rinciannya, seekor sapi dari Presiden Jokowi, seekor dari Gubernur Awang Faroek Ishak, dan seekor dari Wagub Kaltim Mukmin Faisyal. Sedangkan empat ekor lagi berasal dari karyawan Islamic Centre dan tiga ekor lainnya dari jamaah.
Daging kurban nantinya dibagikan ke masyarakat sekitar dan panti asuhan. Dalam distribusi daging kurban, panitia, kata Subadi, bekerja sama dengan kelurahan sekitar. “Kuponnya kita serahkan ke lurah karena mereka yang mendata,” katanya.
Ketua I Badan Pengurus Islamic Center Sutarnyoto berharap kemauan warga untuk berkurban, meningkat. “Di Samarinda, pusat pemerintahan, potensi kurban sangat besar. Kemampuan orang berkurban ada, tinggal kemauannya yang harus didorong,” kata Sutarnyoto.
Mantan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim ini mengungkapkan, saat masih menjabat di Pemprov Kaltim, dirinya pernah menghimpun kurban dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Kaltim. Hasilnya, mencapai 120 ekor hewan kurban. “Jadi, potensinya luar biasa,” katanya lagi.
Mendorong warga untuk berkurban, menurut Sutarnyoto menjadi bagian dari syiar agama. Yang juga menjadi misi dibangunnya Islamic Centre. Sutarnyoto pun berharap warga tak ragu untuk menyalurkan kurbannya melalui Islamic Centre.
“Islamic Centre ini berbeda dengan masjid lain yang memiliki jamaah tetap. Kalau Islamic Centre, tidak ada jamaah tetapnya. Karena jamaahnya datang dari mana-mana. Itu pula yang membuat Islamic Centre belum bisa mengurbankan banyak hewan kurban,” urainya.
Jika hewan kurban yang disembelih makin banyak, lanjut Sutarnyoto, secara otomatis, cakupan distribusi hewan kurban Islamic Centre pun kian luas. (tk)