Kepada Korankaltim.com siang tadi, Anshor mengaku dirinya melihat ada seekor bekantan berukuran cukup besar, masuk ke dalam rumahnya kemudian naik ke atas plafon.
Dirinya langsung melaporkan keberadaan bekantan di dalam rumahnya itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Unit Rescue Regu II Posko I, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.
"Saya juga tidak tahu dari mana datangnya, tiba-tiba bekantan itu masuk rumah saya, langsung duduk santai dan setelah itu naik ke plafon. Untungnya juga tidak mengganggu, tapi saya takut juga, makanya langsung lapor ke Damkar," kata Anshor.
Sementara Kepala Resort Samarinda BKSDA Kalitim Fuji Mulyanto saat ditemui usai evakuasi hewan tersebut menjelaskan, proses penangkapan bekantan tersebut dilakukan kurang lebih selama dua jam sejak pukul 13.00 WITA hingga 15.00 WITA.
"Kendala kami saat menangkap bekantan itu karena plafon rumah yang agak dekat, sehingga untuk manuver senjata kami agak kesulitan. Saat kami kepung bekantannya turun, baru kami lakukan penangkapan secara manual, menggunakan jaring tangkap," kata Fuji."Kami bius supaya tidak ada perlawanan," sambungnya.
Penyebab bekantan jantan itu masuk ke pemukiman warga belum bisa dipastikan.
"Sebenarnya habitat bekantan ini kan bukan disini, tetapi di sepanjang sungai dan biasanya berkumpul, jadi kami belum bisa simpulkan kenapa ada disini. Yang jelas, tanggung jawab kami sebagai BKSDA melakukan tindakan penangkapan atau rescue, bila ada laporan masyarakat," papar Fuji lagi.
Bekantan tersebut akan langsung dilepas liarkan ke kawasan hutan cagar alam Muara Kaman, Sedulang. "Kami lepas hari ini juga ke Muara Kaman," jelasnya.
BKSDA Kaltim meminta warga jika memang ada hewan liar bisa langsung melaporkan kepada mereka melalui call center 0821 1333 8181.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur