Isran menegaskan santunan ini merupakan bantuan jangka pendek yang bisa diberikan Pemprov.
“Kami jamin pendidikannya sampai SMA. Termasuk mempersiapkan tempat tinggal di panti-panti sosial asuhan yang kami punya,” sebut Isran, Senin (23/8/2021).
Isran meyakini, anak-anak yatim piatu ini akan bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Mantan Bupati Kutai Timur ini mengatakan banyak beasiswa yang bisa diurus di kemudian hari. Seperti Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT), Bidik Misi, hingga beasiswa yang disponsori berbagai lembaga BUMN/BUMD ataupun swasta.
“Aman sampai jenjang kuliah. Nanti diurus bersama-sama,” tegasnya.
Isran menyebutkan santunan dan bantuan tersebut akan diserahkan bagi seluruh anak-anak yang berusia 1 sampai 18 tahun, dengan nominal yang sama.
Sejauh ini, anak-anak yatim piatu yang ditinggal wafat akibat COvid-19 paling banyak terdapat di Bontang dengan jumlah 88 orang anak. Sedangkan sisanya tersebar di Kutai Kartanegara, Kutai Barat Berau dan Samarinda.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan