“Maksud saya, BUMD itu bukan hanya sekadar memberikan kontribusi bagi PAD. Tapi lebih dari itu dan yang utama adalah pelayanan bagi masyarakat. Tidak perlu berpikir untuk mendatangkan profit besar, kalau pelayanan bagi masyarakat dikesampingkan,” ujar Jaang saat mebuka seminar BUMD bertema Optimalisasi peran BUMD dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah dan upaya pengendalian inflasi di Kota Samarinda, Senin (21/8) lalu.
Ia menyebut, tak hanya untuk PDAM Tirta Kencana, namun hal itu juga berlaku untuk tiga BUMD lain seperti Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU), serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Dalam hal ini, Syaharie Jaang bahkan mencontohkan PDAM sebagai salah satu BUMD yang dinilai tak hanya baik secara kinerja dan pendapatan, namun juga memaksimalkan perannya sebagai kepanjangan tangan Pemkot Samarinda untuk pelayanan bidang air bersih. Ia menyebut, hal itu terbukti, dengan beberapa kegiatan sosial, dan penggratisan layanan air untuk sejumlah kategori.
“Meski pendapatan dari PDAM juga diharapkan, namun diminta agar bisa terus memperhatikan kualitas pelayanan. Tidak hanya masalah sambungan air bersih. Tetapi juga kepastian soal aliran air setiap hari,” tuturnya.
Lebih lanjut Jaang mengatakan, bahwa komitmen Pemkot Samarinda untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, harus dapat diterjemahkan, dengan baik oleh semua lapisan Pemkot Samarinda. Dalam hal ini termasuk didalamnya BUMD, diaman PDAM Samarinda menjadi satu diantaranya.
“Intinya saya minta supaya pelayanan bagi masyarakat itu yang nomor satu,” ungkap Jaang. (*/rs)